Writer : Bobbi De Porter
Kita terlahir sebagai seorang pemimpin, yang membedakan kita dengan binatang adalah adanya akal yang dibekalkan oleh Sang Khalik kepada kita, setiap manusia diberi oleh Tuhan kecerdasan bakat, hanya saja ibarat tanaman indah di pelataran jika tidak dipupuk dan disiram tidak akan tumbuh dan berkembang, demikian juga otak kita. Belajar adalah suatu aktivitas atau cara untuk menumbuh kembangkan otak kita. Pada hakikatnya hidup itu adalah belajar. Dalam Penerapannya, tidak jarang kita memperoleh kesukaran, salah satu factor penyebabnya adalah kita belum memahami tentang diri kita. Sudah sejauh mana kita mengenal diri kita?
Untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dalam kehidupan, fokuskan energimu pada kapan dan bagaimana, bukan seandainya, hal ini mengubah perasaan, pikiran dan pembelajaran menjadi aku bisa, aku mau, dan aku akan sukses, akan tetapi jangan salah jika untuk meraih hasil yang kita harapkan tidak jarang kita harus bergerak meninggalkan zona nyaman, mengantisipasi tantangan dan mengambil resiko. Yup! Bergerak untuk melakukan, karena melakukan adalah bentuk riil dari upaya memperoleh apa yang kita inginkan yang berawal dari kemauan, dari kemauan menumbuhkan keyakinan, dan keyakinan membuat apa yang ada dalam benak dan harapan semakin dekat dengan kenyataan. Dari wacana singkat diatas ada beberapa aspek yang perlu untuk kita kaji, dan terapkan untuk membantu kita memahami tentang diri kita dalam proses belajar.
Sikap mempengaruhi energy dan hasil
Keseimbangan fikiran, perasaan dan tindakan
Otak mematuhi tubuh
Kenali diri kita
Kenali cara terbaik dan termudah dari belajar kita
Tiga ide otak besar
Lihat Katakan Gambarkan Tuliskan
Kendalikan hidupmu
8 Kunci Kesempurnaan
Taqarrub
“Kita adalah pemahat pengalaman dalam hidup kita”
“Kesempatan mungkin sering muncul di hadapan kita, akan tetapi bagaimana kita mampu mengubah kesempatan menjadi peluang”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar